Ovarium

Responsive image
Ovarium. Perbesaran 40x. H&E.

Responsive image
Ovarium. Perbesaran lemah. H&E.

Ovarium merupakan tempat dihasilkannya sel telur atau ovum. Ovarium ditutupi oleh epitel selapis kuboid atau epitel germinativum yang berlanjut dengan mesotel dan menutupi selapis simpai jaringan ikat padat, yaitu tunika albugenia. Ovarium terdiri atas korteks dan medula. Korteks ovarium berisi stroma jaringan ikat yang mengandung banyak sel dan banyak folikel ovarim. Medula merupakan bagian terdalam ovarium yang mengandung jaringan ikat longgar dan pembuluh darah. Tidak ada batas yang jelas antara korteks dan medula

Responsive image
Ovarium. Perbesaran 40x. H&E.

Gambar diatas menunjukkan beberapa folikel, yaitu folikel tersier, folikel atretik, dan menunjukkan korpus albikan.

Folikel atretik merupakan folikel ovarium yang mengalami degenertif. Sel-sel folikel dan oosit folikel atretik mati dan dibersihkan oleh fagositik. Folikel atretik dapat dialami oleh folikel pada berbagai tahap perkembangan, termasuk folikel yang hampir matang.

Korpus albikans merupakan parut jaringan ikat padat dari fibroblas. Fibroblas terbentuk akibat sisa dari korpus luteum yang meregenerasi dan sisa dari regresi fagositosis oleh makrofag

Responsive image
Folikel Primordial, Folikel Sekunder, dan Folikel Atretik Ovarium. Perbesaran 100x. H&E.

Folikel-folikel dalam ovarium bermula dari folikel-folikel primordial yang terbentuk saat janin masih dalam kandungan. Kebanyakan folikel ovarium merupakan folikel primordial yang terbenam dalam korteks ovarium. Folikel primordial terdiri atas oosit primer yang dibungkus oleh selapis sel folikel pipih. Oosit pada folikel primordial bulat dengan inti yang besar dan anak inti yang besar juga. Sel folikel gepeng saling melekat melalui desmosom dengan lamina basal tepat di bawahnya, sehingga membatasi folikel dengan stroma di sekitarnya

Responsive image
Folikel Primer, Folikel Sekunder, dan Folikel Atretik Ovarium. Perbesaran 100x. H&E.

Pada masa pubertas, satu per satu folikel primordial mengalami perkembangan. Folikel primordial berkembang menjadi folikel primer unilaminar. Sel folikel terus berproliferasi membentuk sel folikel berlapis yaitu sel granulosa. Kemudian folikel berubah menjadi folikel primr mulitilaminar yang masih dikelilingi membran basal.

Responsive image
Folikel Sekunder Ovarium. Perbesaran 400x. H&E.

Responsive image
Folikel Sekunder Ovarium yang Lebih Berkembang. Perbesaran 400x. H&E.

Folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder yang ditandai dengan adanya ruangan kecil berisi cairan tak beraturan diantara sel-sel granulosa. Ruang ini membesar hingga membentuk suatu ruangan yang disebut anthrum. Diantara oosit dan sel granulosa terbentuk selapis materi ekstrasel yang disebut zona pelusida. Secara bertahap oosit terletak eksentris dikelilingi oleh sel-sel granulosa dan membentuk tonjolan yaitu kumulus oophorus. Sel granulosa yang mengelilingi dan terhubung dengan oosit membentuk korona radiata. Teka folikuli berdeferensiasi menjadi teka interna (sebelah dalam) dan teka eksterna (sebelah luar).

Responsive image
Folikel de Graaf (matur) Ovarium. Perbesaran 400x. H&E.

Folikel de Graaf meupakan folikel yang telah matur atau matang. Folikel de Graaf memiliki anthrum yang besar sebagai akibat penimbunan cairan. Sel granulosa semakin tipis karena tidak membelah sesuai porsi. Sel granulosa yang menyusun lapisan pertama sekitar ovum akan memanjang membentuk korona radiata. Korona radiata dipertahankan beberapa saat ketika ovum melalui tuba uterina dan tetap ada saat ovum dibuahi oleh spermatozoa

Responsive image
Korpus Luteum Ovarium. Perbesaran 100x. H&E.

Responsive image
Korpus Luteum Ovarium. Perbesaran 400x. H&E.

Setelah ovulasi, folikel berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum terdiri atas sel lutein granulosa dan sel lutein teka. Sel lutein granulosa berasal dari sel-sel granulosa yang membesar tanpa membelah. Sel lutein teka merupakan sel korpus luteum yang berasal dari teka interna.