Testis

Responsive image
Testis. Perbesaran 4x. H&E.
Responsive image
Testis. Perbesaran 40x. H&E.

Testis merupakan organ yang berfungsi untuk membentuk sperma. Testis dikelilingi oleh simpai tebal jaringan ikat kolagen, yaitu tunika albuginea. Tunika abuginea menebal pada permukaan posterior testis membentuk mediastinum testis, yaitu tempat septa fibrosa mempenetrasi testis dan membagi kelenjar menjari 250 lobulus testis. Setiap lobulus terdapat satu sampai empat tubulus seminiferus yang dikelilingi jaringan ikat longgar interstisial yang banyak mengandung pembuluh darah dan limfe, saraf, dan sel interstisial (sel Leydig) endokrin yang mensekresikan hormon testosteron.

Responsive image
Testis. Perbesaran 100x. H&E.

Testis terdiri dari ratusan tubulus seminiferus (tunggal, jamak tubuli seminiferi). Tubulus seminiferus terdiri atas epitel germinal atau epitel seminiferus.

Responsive image
Testis. Perbesaran 400x. H&E.

Epitel seminiferus terdiri atas dua macam sel, yaitu sel Sertoli atau sel penyokong, dan sel spermatogenik. Sel spermatogenik merupakan lapisan epitel yang berlapis dengan ketebalan 4 hingga 8 sel yang melapisi tubulus seminiferus. Sel-sel ini membelah beberapa kali dan berdeferensiasi membentuk sperma. Proses ini disebut spermatogonesis yang terdiri atas tiga fase. Pertama, fase spermatogonesis yaitu fase dimana spermatogonia membelah memnghasilan spermatosit I (spermatosit primer). Kedua, fase meiosis yaitu fase spermatosit I mengalami pembelahan meiosis sehingga menghasilkan dua spermatid II (spermatid sekunder). Tiap spermatid II mengalami pembelahan meiosis sehingga dihasilkan dua spermatid dengan jumlah kromosom dan jumlah DNA setengah dari jumlah kromosom dan DNA spermatid II. Ketiga, fase spermiogenesis, selama fase ini spermatid mengalami proses sitodiferensiasi rumit, menghasilkan spermatozoa.

Sel Sertoli merupakan sel piramid memanjang yang berada di antara sel-sel spermatogenik. Sel Sertoli berfungsi untuk menujang, melindungi, dan mengatur nutrisi spermatozoa yang berkembang, sebagai fagositosis kelebihan sitoplasma spermatid, sekresi protein pengikatandrogen dan peptida inhibin untuk menekan sintesis FSH, dan memproduksi hormon antiMullerian.